BLANTERORBITv102

Tips Dalam Memilih Receiver TV Digital yang Bagus

Senin, 27 Desember 2021

Receiver TV Digital yang Bagus
 Receiver TV Digital yang Bagus

Ketika sudah bulat untuk meninggalkan televisi analog, maka harus memilih receiver TV digital terbaik. Banyaknya pilihan merk dengan spesifikasi dan harga yang ditawarkan, tentunya akan membuat bingung harus memilih yang mana.

Sebab, ketika hendak membeli Set Top Box untuk parabola tidak boleh asal-asalan. Jika memilih secara asal, akan membuat beberapa channel tidak dapat diterima, bahkan mungkin jadi tidak bisa menangkap siaran sama sekali.

Tips Memilih Receiver TV Digital yang Bagus

Receiver TV Digital yang Bagus
 Receiver TV Digital yang Bagus

Bukan rahasia umum lagi, perkembangan televisi satelit yang bebas iuran sedang populer dan tumbuh pesat. Contohnya bisa melihat sekitar rumah, tampak banyak tetangga yang menggunakan parabola mini dan besar.

Akan tetapi, meskipun bebas iuran nyatanya parabola masih membutuhkan perangkat pembantu seperti receiver. 

Nah, artikel ini akan menjelaskan beberapa tips memilih receiver TV digital yang bagus.  Untuk itu, silakan langsung saja simak pembahasannya di bawah ini:

1. Kenali arti Receiver?

Decoder, Receiver atau Set Top Box semuanya sama, yaitu perangkat pembantu sebuah parabola. Meski setiap daerah memiliki nama berbeda, tetapi tujuannya tetap sama yaitu sebagai alat elektronik untuk menerjemahkan sinyal TV.

Receiver memiliki arti sebagai perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengatur juga memeriksa hak akses saluran televisi yang akan diterima. Hingga kemudian akan menghasilkan siaran yang berupa gambar, video, suara dan konten lain.

Decoder terdiri dari beberapa macam pilihan, di antaranya yaitu sebagai berikut:

    • Decoder Satelit 

    • Decoder TV Kabel 

    • Decoder Terestrial 

Poin penting dalam memilih jenis receiver parabola terbaik adalah yang sudah memiliki support teknologi terkini seperti DVB S2.

2. Pahami  Tipe Receiver 

Jenis Parabola terdiri dari dua ukuran yaitu besar dan kecil. Begitu pula dengan receiver, pemilihannya disesuaikan dengan jenis parabolanya. Saat ini ada tiga pilihan decoder di dunia, yaitu sebagai berikut:

    • Decoder C Band adalah receiver parabola yang hanya memberikan dukungan pada frekuensi C Band saja.

    • Decoder Ku Band adalah receiver parabola yang hanya bisa digunakan oleh frekuensi Ku Band saja.

    • Decoder Hybrid inilah yang menjadi umum dan banyak diproduksi. Sebab, receiver ini mampu memberikan dukungan untuk frekuensi C Band atau Ku Band.

Akan tetapi, biasanya parabola besar lebih cenderung dipasangkan dengan dengan LNB C-Band. Sedangkan parabola mini lebih banyak memakai jenis LNB Ku Band. Keduanya sama saja kelebihan dan juga kekurangan masing - masing.

Beberapa televisi satelit menyiarkan siarannya secara gratis dengan sebagian tayangannya yang dienkripsi. Hal tersebut membuat receiver parabola menjadi dua pilihan tipe seperti di bawah ini:

a. Receiver Non Rekomendasi 

Jenis ini merupakan decoder pihak ketiga yang tidak memiliki ikatan bersama penyedia layanan televisi manapun. Biasanya di decoder ini dibekali oleh fitur yang jauh lebih baik dengan tingkat keawetan perangkat yang tahan lama. 

Akan tetapi tetap dipengaruhi oleh cara pakai pemiliknya. Receiver ini sangat pas untuk jalur C Band agar dapat membuka acakan televisi.

b. Receiver Rekomendasi 

Jenis decoder ini dibuat khusus oleh provider tertentu. Artinya, pemilik parabola bisa dengan bebas membuka saluran enkripsi pada beberapa penyedia layananan.

Jadi, memilih receiver yang terbaik adalah dengan melihat jenisnya terlebih dahulu. Apakah sesuai dan cocok menggunakan C Band atau Ku Band.

Setelah itu, barulah temukan tipe nya apakah akan memilih receiver rekomendasi atau non rekomendasi.

3. Memperhatikan Harga 

Harga receiver semua parabola itu tidak sama, tergantung dari merk dan pilihan ditawarkan produsen. Melihat mahal atau tidaknya sebuah receiver sangat sensitif dan tergaNtung pada biaya yang akan dikeluarkan.

Nah, jadi untuk memilih receiver parabola terbaik diperlukan wawasan yang mencakup spesifikasi, harga  serta manfaat yang akan dirasakan. Dengan begitu, selalu hindari untuk membeli receiver tanpa tahu resiko yang akan terjadi. 

Salah satu cara mendapatkan yang terbaik adalah dengan membeli decoder rekomendasi saja. Meskipun harga Dari jenis receiver ini sedikit lebih mahal dan memiliki fitur seadanya. Akan tetapi, sangat cocok dipakai oleh pengguna yang tidak mau ribet. 

Sedangkan untuk decoder non rekomendasi lebih cenderung memiliki harga yang murah. Ditambah lagi dengan tambahan fitur unggulan yang lebih baik. Jenis receiver ini sering digunakan untuk membuka berbagai channel yang diacak pada jalur C Band. 

Untuk receiver non rekomendasi yang digunakan oleh jalur Ku-Band hanya dapat menangkap siaran Free To Air saja. Untuk mendapatkan siaran yang lebih banyak, biasanya membutuhkan penggabungan antara 4 satelit dalam satu dish. Akan tetapi, tetap tidak bisa membuka channel Free To View. 

Itulah tiga tips dalam mencari receiver TV digital terbaik yang dapat dibagikan oleh artikel ini. Sebelum memutuskan pemilihan yang dirasa sesuai, sebaiknya perhatikan tiga tips di atas ya. Semoga bermanfaat!



Author

Slamet Junianto

Content Writer, SEO & Digital Marketer